Sabtu, 02 Januari 2010

Hukum Mengantungkan dan Memajang Foto, Gambar, Lukisan dan Patung

HUKUM MENGAGUNGKAN PATUNG

“tamaatsiil” adalah bentuk jamak dari kata “timstaal” yang berarti : “sebuah gambar yang memiliki badan, baik dalam bentuk manusia, binatang atau yang lainnya yang memiliki nyawa (Arwah)
Sedangkan “ nashob” pada asalnya adalah : sebuah tanda atau bebatuan yang dahulu kala di gunakan oleh orang-orang musyrik untuk mengingat seseorang yang mereka agungkan dengan menyembelih hewan korban untuk mereka.
Nabi SAW telah melarang (mengancam) orang-orang yang menggambar/ melukis benda-benda yang bernyawa. Terlebih lagi menggambar/melukis orang-orang yang di agungkan seperti ulama (kiayi, habaib, ustadz, guru besar), raja, pemimpin/panglima, orang-orang sholeh ataupun pemerintah. Baik gambar itu di pakaian, dinding, kertas dan lainnya, baik gambar itu dengan lukisan, photograph ataupun pahatan yang berbentuk patung. Dan nabi juga melarang untuk menggantungkan gambar/lukisan itu didinding serta memajang patung-patung, karna semua itu merupakan wasilah/jalan yang dapat menyebabkan kepada kesyirikan. Karna awal terjadi kesyirikan di muka bumi ini adalah akibat gambar/lukisan dan patung.

Dulu terdapat beberapa orang laki-laki yang sholeh dari kaum Nuh alaihis salam. Tatkala mereka meninggal, maka kaum mereka dirundung kesedihan yang mendalam. Syetan pun datang dan menyuruh mereka untuk membuat patung-patung yang menyerupai mereka dan diberi nama sesuai dengan nama-nama mereka (yang telah meninggal) kemudian di letakkan di majlis tempat mereka biasa berkumpul, mereka pun melakukannya, akan tetapi mereka tidak menyembah patung itu (hanya untuk mengingat mereka) . tatkala generasi yang membuat patung-patung itu telah meninggal, maka muncullah generasi yang baru (yang tidak tahu sejarah pantung itu) dan mereka pun menyembah patung-patung itu. Ketika Allah SWT mengutus Nabi Nuh alaihis salam untuk mencegah kesyirikan yang terjadi akibat patung-patung itu, kaumnya menolak da’wah beliau dan mereka tetap terus menyembah patung-patung itu yang telah berubah menjadi berhala.

{ وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا } ) نوح : 23 (
“Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr”
Itu adalah nama-nama orang-orang sholeh dari kaum nuh yang telah di jadikan patung oleh kaumnya untuk di ingat, di kenang dan dimuliakan.
Lihatlah apa yang terjadi akibat lukisan-lukisan dan patung-patung itu, kesyirikan dan pembangkangan terhadap perintah nabi. Semua itu telah membuat mereka di binasakan oleh Allah dengan tofan dan air bah, dan juga mendapatkan murka dari Allah dan juga para Makhluk. Ini adalah sebagian dari bahaya lukisan dan patung.
Oleh karna itulah Nabi Saw melaknat para pelukis (tukang gambar). Beliau juga mengabarkan bahwa mereka itu (pelukis dan tukang gambar) adalah yang paling berat siksanya di hari kiamat kelak. Beliau juga mmerintahkan untuk melenyapkan semua gambar/lukisan dan mengabarkan bahwa malaikat tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar/lukisan (makhluk bernyawa).


MENGGANTUNGKAN/MEMAJANG GAMBAR dan LUKISAN


Menggantungkan dan memajang gambar/lukisan di dinding, meja dan lain sebagainya adalah di larang, dan diwajibkan bagi setiap orang yang mampu untuk mencopot/menurunkannya jika ia tidak mau merobeknya. Hal ini berdasarkan hadits-hadits berikut:

عن عائشة رضي الله عنها قالت : ( دخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم وقد سترت سهوة ( 1 ) لي بقرام ( 2 ) فيه تماثيل ( وفي رواية : فيه الخيل ذوات الأجنحة ) فلما رآه هتكه وتلون وجهه وقال : يا عائشة أشد الناس عذابا عند الله يوم القيامة الذين يضاهون بخلق الله. )أخرجه البخاري ومسلم والسياق له(
( وفي رواية : إن أصحاب هذه الصور يعذبون ويقال لهم : أحيوا ما خلقتم ثم قال : إن البيت الذي فيه الصور لا تدخله الملائكة ) قالت : عائشة : فقطعناه فجعلنا منه وسادة أو وسادتين [ فقد رأيته متكئا على إحداهما وفيها صورة ]

Dari Aisyah R.a dia berkata: suatu ketika Rasulullah Saw masuk ke dalam rumahku, dan saat itu aku menutupi rumahku dengan kain penutup yang terdapat gambar (bernyawa) padanya. Tatkala beliau meliahatnya, wajah beliau berubah (merah karna marah) dan beliau langsung menariknya dan bersabda: “ wahai Aisyah, sesungguhnya orang yang paling berat azabnya di hari kiamat nanti adalah orang yang mencoba menyaingi Allah dalam hal ciptaannya.”
Dalam riwayat yang lain Nabi Saw bersabda: “sesungguhnya pemilik gambar-gambar ini kan di sikasa pada hari kiamat nanti, kemudian diperintahkan kepada mereka: “hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan”. Kemudian Beliau bersabda lagi : “sesungguhnya rumah yang di dalam nya terdapat gambar/lukisan tidak akan di masuki oleh para malaikat”. Aisyah berkata: “ maka kami memotong kain itu dan menjadikannya satu/dua buah bantal, dan sungguh aku telah melihat beliau bertelekan (duduk) di atas salah satu bantal itu yang ada gambarnya.” (HR. Bukhori Muslim)

قوله صلى الله عليه وسلم : أتاني جبريل عليه السلام فقال لي : أتيتك البارحة فلم يمنعني أن أكون دخلت إلا أنه كان على الباب تمثال [ الرجال ] وكان في البيت قرام ستر فيه تماثيل وكان في البيت كلب فمر برأس التمثال الذي في البيت يقطع فيصير كهيئة الشجرة ومر بالستر فليقطع فليجعل منه وسادتين توطآن ومر بالكلب فليخرج [ فإنا لا ندخل بيتا فيه صورة ولا كلب ] وإذا الكلب [ جرو ] لحسن أو حسين كانت تحت نضد لهم ( وفي رواية : تحت سريره ) [ فقال يا عائشة متى دخل هذا الكلب ؟ فقالت : والله ما دريت ] فأمر به فأخرج [ ثم أخذ بيده ماء فنضح مكانه )حديث صحيح وهو مجموع من رواية خمسة من الصحابة : أبو هريرة والسياق له وعائشة وميمونة عند مسلم وأبو رافع وأسامة بن زيد عند الطحاوي بسند حسن(

Nabi Saw juga bersabda: “Malaikat Jibril mendatangiku tadi malam dan berkata: ‘aku telah mendatangimu tadi malam, akan tetapi aku tidak bisa masuk karna di pintu ada patung dan juga kain pintu yang ada gambar (bernyawa) nya serta seekor anjing. Maka adapun patung itu, maka penggallah/potonglah kepala nya sehingga ia menyerupai sebatang pohon, dan potonglah kain itu dan jadikanlah dua buah bantal, dan suruhlah anjing itu untuk keluar karna sesungguhnya kami tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar/lukisan dan anjing.” Dan ternyata anjing itu berada di bawah tempat tidurnya, anjing itu adalah milik hasan atau husein. Maka nabi bersabda: “hai Aisyah, kapankah anjing ini masuk?” Aisyah menjawab: “Demi Allah aku tidak tau” maka Nabi memerintahkan anjing itu untuk keluar.”

Dari hadits di atas dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Malaikat tidak akan memasuki rumah yang terdapat gambar/lukisan yang di gantung/dipajang, ataupun patung-patung dan juga Anjing.
2. Malaikat yang dimaksud dalam hadits di atas adalah Malaikat Rahmat (menurut jumhur ulama). Adapun malaikat yang lainnya akan tetap memasuki rumah tersebut seperti malaikat maut.
3. jika gambar/lukisan itu tidak dipajang/digantung, maka tidak mengapa, karna Malaikat Jibril memerintahkan untuk menjadikan kain pintu yang bergambar itu sebagai bantal, dan bantal tidak dipajang/digantung.
4. hadits diatas juga mengharamkan untuk melukis/menggambar makhluk yang bernyawa seperti manusia, jin, binatang dan sebagainya, dan juga mengharamkan pembuatan patung (makhluk bernyawa)
5. para pelukis/penggambar dan pembuat patung, mereka adalah orang yang paling berat siksanya di hari kiamat nanti. Wal’iyaadzubillah.
6. patung-patung dan gambar-gambar yang haram itu dapat berubah hukumnya apabila bentuknya dirusak atau direndahkan (kedudukannya) seperti gambar-gambar yang ada di lantai yang di injak dengan kaki dan sandal. Ikrimah berkata: mereka memakruhkan gambar yang didirikan (patung), tetapi mereka tidak menganggap terlarang gambar yang di injak kaki. Mereka mengatakan bahwa gambar pada lantai dan bantal yang biasa diinjak berarti menghinakannya.”
7. secara zhahir hadits diatas, gambar yang dimaksud adalah gambar yang di lukis, di buat, atau dipahat. Lalu bagaimana dengan foto kamera (fotografi)?



HUKUM FOTOGRAFI

Pada dasrnya fotografi merupakan hal baru dalam islam dan belum ada dizaman rasulullah maupun para shohabat dan tabiin, lantas bagai mana hukumnya? Apakah hukumnya sama dengan hukum lukisan dan gambar yang di buat?
Syeikh Bukhait, seorang Mufti mesir mengatakan di dalam bukunya “al-jawaabus syaafi fi ibaahatit tashwiiril futughrafi” sebagaimana dikutip oleh Dr. Yusuf Qordhowy dalam bukunya halal dan haram mengatakan bahwa pengambilan gambar dengan fotografi –yakni menahan bayangan dengan menggunakan sarana yang sudah dikenal dikalangan orang-orang yang berprofesi demikkian (kamera) sama sekali tidak termasuk gambar yang dilarang. Karna menggambar yang diharamkan itu adalah mewujudkan dan menciptakan gambar yang belum diwujudkan dan diciptakan sebelumnya, sehingga bisa menandingi makhluk ciptaan Allah. Sedangkan tindakan ini tidak terdapat dalam pengambilan gambar melalui alat fotografi (kamera/tustel) tersebut.
Semua ulama bersepakat untuk membolehkan gambar/foto yang benar-benar diperlukan, seperti foto untuk jati diri (ktp, sim) ataupun yang lainnya yang menjadikan foto sebagai syarat pada sesuatu tersebut. Wallahu a’lam



FATWA TENTANG GAMBAR DAN LUKISAN

Fatwa no 3059
Soal:
apa hukum menggantungkan gambar/lukisan/foto di dinding? Khususnya foto-foto/lukisan para raja, ulama dan orang-orang sholeh sekedar untuk memuliakan mereka..

Jawab:
Menggambar/melukis sesuatu yang bernyawa dan menggantungkannya di dinding adalah haram, baik gambar itu memiliki badan atau tidak, baik itu gambar para raja, ulama, orang soleh atau selain mereka. Dengan dalil keumuman hadits Nabi dalam masalah ini (hadits diatas). Dan juga perintah Nabi Saw kepada Ali R.a :” jangan biarkan satu gambar pun melainkan kamu hilangkan, dan jangan biarkan satu kuburan pun yang di agungkan melainkan engkau ratakan.” (H.R Muslim)


Fatwa no 2961
Soal:
Bagaimana hukum islam dalam menggantungkan foto di dinding rumah?

Jawab:
Menggambar/melukis sesuatu yang bernyawa dan menggantungkannya di dinding adalah haram, sebagaimana yang di sebutkan dalam hadits Nabi Saw yang shohih bahwa haram menggantungkannya, dan juga haram membuatnya. Sebagaimana sbda Nabi Saw: “manusia yang paling berat siksanya di hari kiamat kelak adalah para pembuat gambar/pelukis”. Dan sabda Nabi kepada Ali R.a : ” jangan biarkan satu gambar pun melainkan kamu hilangkan, dan jangan biarkan satu kuburan pun yang di agungkan melainkan engkau ratakan.” (H.R Muslim)

(Fatwa lajnah daimah lilbuhuts ilmiyah wal ifta’- KSA)
Ketua : Syeikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz
W. Ketua : Abdur Rozzaq ‘Afify
Anggota : Abdullah Qu’ud
: Abdullah bin Ghodyan


Referensi
Kitab Adabuz Zafaf juz. 1 h. 113
Kitab Tauhid juz 1 hal.51
Kitab Halal dan Haram karya Dr. Yusuf Qordhowy , h.126
Fatwa lajnah daimah lilbuhuts ilmiyah wal ifta’- KSA



36 komentar:

  1. bagaimana hukumnya jika ada orang yang memajang poto keluarga di dinding ruangan rumahnya? apakah itu haram?

    BalasHapus
    Balasan
    1. baca lagi materi di atas

      Hapus
  2. berdasarkan hadits2 di atas, haram hukum nya memajang/menggantungkan foto yg bernyawa, baik manusia ataupun hewan dsb, dalam hal ini termasuk fto keluarga.. Sebaiknya fto2 nya di simpan di album saja dan tidak usah di pajang, karna nabi menyebutkan, rumah yg ada fto/gambar bernyawa yg terpajang di dalamnya tidak akan di masuki oleh malaikat pembwa rahmat.. Wallahu a'lam

    BalasHapus
  3. tp td ktny fotografi diperbolehkan?
    tp g boleh dipajang gt y?
    kmrn aq nntn in the name of god bgs tuh buat referensi

    BalasHapus
  4. Kalau misalkan memajang foto keluarga itu Haram, bagaimana dengan Televisi yah ? karena gambar-gambar di televisi itu khan juga hasil "pencitraan", bahkan bisa bergerak dan ditonton tiap hari pula. apakah ketika nonton berarti malaikat tidak bisa masuk rumah ? atau bagaimana yah ? bisa diberikan penjelasan terkait ini ? jazakalloh

    BalasHapus
  5. Sharing saja (referensi lain): kunjungi link mengenai memajang foto: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/memasang-gambar-makhuluk-bernyawa.htm

    -----------------------------
    Mengenai TV
    TV adalah berhala modern, matikan TV segera! (dibuang akan lebih baik), TV adalah ibarat khamr (mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya) - mengisi waktu luang dengan nonton TV (nonton sinetron, musik, berita2 artis dll yg tdk bermanfaat adalah suatu kebodohan), pikirkanlah!!! Gunakan waktu luang untuk berdiskusi, belajar ilmu agama, menghafal Al-Quran, bercengkrama dan belajar bersama istri dan anak2.

    Salam, Habibi Abfat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksoed loh??

      Hapus
    2. 7. Bagaimana dengan televisi?

      Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya:

      “Bagaimanakah hukum Televisi sekarang ini?”

      Jawaban:

      Televisi sekarang ini tidak diragukan lagi keharamannya. Sesungguhnya televisi merupakan sarana semacam radio dan tape recorder dan ia seperti nikmat-nikmat lain yang Allah karuniakan kepada para hambaNya.

      Sebagaimana Allah telah berfirman: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.” Pendengaran adalah nikmat, penglihatan adalah nikmat, demikian juga kedua bibir dan lisan.

      Akan tetapi kebanyakan nikmat-nikmat ini berubah menjadi adzab bagi pemiliknya karena mereka tidak mempergunakannya untuk hal-hal yang dicintai Allah. Radio, televisi dan tape recorder saya kategorikan sebagai nikmat, akan tetapi kapankah ia menjadi nikmat? yaitu ketika ia diarahkan untuk hal-hal yang bermanfaat untuk umat. Televisi dewasa ini 99 % di dalamnya menyiarkan kefasikan, pengumbaran hawa nafsu, kemaksiatan, lagu-lagu haram dan seterusnya, dan 1 % lagi disiarkan hal-hal yang terkadang bisa diambil manfaatnya oleh sebagian orang.

      Maka faktor yang menentukan adalah hukum umum (faktor mayoritas yang ada dalam siaran televisi tadi), sehingga ketika didapati suatu negeri Islam sejati yang meletakkan manhaj / metode ilmiah yang bermanfaat bagi umat (dalam siaran televisi) maka ketika itu saya tidak hanya mengatakan televisi itu boleh hukumnya, bahkan wajib.

      [Disalin almanhaj, dari Majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun I/VI/1422H. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta.]

      Hal ini pula diamini syaikh ibn baz, dalam perkataan beliau:

      “…Mengenai televisi, tidak boleh ditaruh di mushalla dan tidak boleh menonton acara-acara yang mempertontonkan acara-acara yang mempertontonkan perempuan telanjang atau perbuatan-perbuatan lain yang tidak senonoh.”

      (Dinukil dari Majalah Salafy, Edisi V/Dzulhijjah/1416/1996 Judul asli Fatwa Ulama tentang Hukum Gambar, oleh Syaikh Abdullah Bin Abdul Aziz bin Baz, mufti Saudi Arabia. Diterjemahkan oleh Ustadz Idral Harits.)

      Maka Jika kita MENGKHUSUSKAN penggunaan televisi untuk mempertontonkan acara-acara yang bermanfa’at, maka hukumnya boleh, bahkan dianjurkan, bahkan wajib (lihat bagian akhir fatwa syaikh Al Albaaniy diatas).

      Maka menjadi titik keharaman adalah digunakannya tivi pada acara-acara yang mengandung keharaman (ditampilkannya aurat, musik, dll.); sebagaimana radio, komputer, internet, dan selainnya yang hukumnya tergantung pada penggunaannya. Maka hendaknya seseorang MENYARING channel-channel tivinya, yaitu hanya menampilkan channel-channel yang bermanfaat (yang berisikan kajian-kajian islamiy).

      [Lihat pula komentar ustadz aris, disini: http://ustadzaris.com/hukum-menonton-televisi-di-zaman-ini]

      dri blog tetangga. mungkin bhasanya agak blibet bgi beberapa org. karena stiap org brbeda dlam tingkatan bhasanya

      Hapus
  6. Assalammualaikum,, saya mau ikut sedikit menyambung untuk masalah tv jika tv di matikan atau dibuang kalau tv itu di gunakan untum menonton nonton sinetron, musik, berita2 artis dll yg tdk bermanfaat adalah suatu kebodohan,, nah bagaimna kalau tv itu digunakan untuk menonton syi'ar agama,, pembelajaran, serta menimba ilmu bagaimna hukumnya..??? sedangkan banyak ulama2 kita menggunakan media tv untuk syi'ar agama...mudah2an antum bisa lebih bisa membuat sebuah pertimbangan untuk sebuah keputusan...

    BalasHapus
  7. Mengenai tv:
    Jika tv hanya digunakan untuk menonton:gosip,sinetron,sing and song,kontes" music seperti dangdut,I IDOL,AVI ,kontes pakaian ala barat dll hukumnya adalah haraM.!!
    Semua tayangan sekarang kebanyakan hanya ditayangkan oleh kafir" untuk merusak moral dan budaya ISlami..
    Karena dinegara kita yg mayoritas muslim ini acara keagamaN islamnya sangat sedikit,ini karena kebanyakan stasiuN televisi dinegeri kita ini dikuasai oleh org" noN Muslim..
    .
    Jd tv ini byk mudhoratnya dr pd manfaAtnya..

    Seharusnya dinegara muslim ini tayang"an televisinya dikuasai oleh muslim,bukan non muslim.
    .
    Jd menurut saya kesimpulanya Tv itu adalah tayanganya yg haraM..
    Karena tv berbeda dg foto atau lukisan yg bergambar diam bila kita tatap,sdgkn tv adlh gambar bergerak..

    BalasHapus
  8. Hidup itu mystery, kadang sesuatu yg baik salah difungsikan akan mejadi mudarat, kadangkala sesuatu yg dianggap mudarat ketika bisa difungsikan dengan baik bisa menjadi sesuatu yg bermanfaat untuk org banyak, manusia membuat karya merupakan tiruan dari cipataan Tuhan, jika karya manusia dibandingkan dengan cipataan Tuhan sungguh tidaklah pantas.....karana manusia bukan pencipta dia hanya merakit dan mengolah apa yg sudah Allah ciptakan, jika terjadi kesalahan kembali kepada siapa dan bagaimana orang memfungsikan itu....Salam

    BalasHapus
  9. tapi kok ibnu sabil sendiri memajang potonya di internet, bahkan percaya sama zodiaknya virgo katanya, sekarang banyak poto2 ulama dipajang didingding rumah, bahkan dirumah para ulamapun memajang poto2 ulama lainnya, apa ulama2 kita ini haram hukumnya bagi mereka memajang poto2 itu. ternyata anda juga senang nonton tv ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. toh msih katanya kan?
      intinya, buang jeleknya, ambil baiknya

      Hapus
  10. Assalamualaikum..
    Saya mau bertanya.
    Apa hukumnya orang yang membuat film tentang makhluk hidup atau makhluk yang bernyawa.?
    Tolong pencerahan nya.
    Terima kasih.
    Wassalam

    BalasHapus
  11. kalo majang boneka hukumnya gmana ????

    BalasHapus
  12. hapus dulu poto mas ntar haram lho hehehe

    BalasHapus
  13. hahahah... ra mutu blas. Ngomong doang tapi yg punya blog malah majang foto nya sendiri di website. udah dibaca sendiri belum tulisannya mas?

    BalasHapus
  14. Berkata Hujjatul Islam Al Imam Ibn Hajar
    menjelaskan larangan itu, bahwa sebagian ulama
    berpendapat bahwa hal itu adalah pada masa
    awal islam karena kuatnya ajaran jahiliyah dan
    kemusyrikan, namun jika sekarang maka tidak
    demikian.
    Sabda Rasul saw:
    “Maukah kalian kuberitahu orang orang mulia
    diantara kalian..?, mereka yang ketika dilihat
    wajahnya maka membuat mereka ingat pada Allah
    (Adabul Mufrad oleh Imam Bukhari), maka jelas
    sudah bahwa larangan adalah penyembahan, bukan
    memuliakan hamba yang dimuliakan Allah swt,
    sebagaimana Allah swt memerintahkan Iblis untuk
    memuliakan Adam as, hamba Nya yang shalih,
    namun Iblis menolak, inilah satu satunya kesalahan
    Iblis, ia hanya mau memuliakan Allah, tanpa mau
    memuliakan makhluk yang dimuliakan Allah

    Apakah Anda mengikuti Imam Ibn Hajas Asqalani yang Sanad Hadistnya sampai ke Rasul atau Abdullah bin Baaz yang tidak memiliki sanad

    dan maksud hadist yang di tampilkan oleh pemilik blog ini di takutkan bahwa orang akan menyembah patung atau gambar tersebut

    sedangkan kita memasang Gambar para Ulama atau Foto Pribadi adalah untuk memuliakan dan mengenang Gambar tersebut.

    BalasHapus
  15. terimakasih banyak atas infonya yang sangat saya cari ini. Saya menyimpan foto teman saya yang sudah meninggal. Foto tersebut saya simpan di laptop saya + saya buat hidden folder. Jadi kemungkinan besar menurut saya sendiri sepertinya tidak apa", karena saya juga tidak menjadikan foto tersebut untuk kemusrikan. Saya hanya menyimpannya dengan tujuan semata mata hanya untuk kenang-kenangan saja selama masih hidup dulu.. Tarimakasih y atas info diatas :D

    BalasHapus
  16. yang menarik Fatwa lajnah daimah lilbuhuts ilmiyah wal ifta’- KERAJAAN SAUDI ARABIA)YANG diketua : Syeikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz,

    tidak mengkritisi secara tegas RAJA ARAB SAUDI YANG MEMAJANG FOTO RANGKAIAN RAJA-RAJA SAUDI YANG BERUKURAN BESAR DI ISTANA KERAJAAN MEREKA.

    dengan mudah foto-foto yang dipajang bisa search di mbah google.

    BalasHapus
  17. berarti menjadi pelukis itu haram dong? karena dia menggambar benda yang bernyawa. Bagaimana dengan orang yang memang diberikan allah bakat/kemampuan melukis/menggambar? dan bagaimana pekerjaan orang yang membuat pigura juga dosa karena mendukung sebuah pajangan/lukisan untuk di pajang.
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan ada bnyak bntuk didunia ini. gak cuma yg bernyawa. plukis bisa membuat kaligrafi, atau bentuk yg nonhidup. sprti kapal, kendaraan, rumah ato apapun

      Hapus
  18. assalamualaikum wr wb

    Dear admin/penulis.
    saya ada berbagai pertanyaan yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan tulisan anda. tapi kemungkinan akan tidak muat apabila saya tuliskan disini semuanya.
    beberapa hal yang ingin saya tanyakan adalah:

    1. Bukankah di dalam al qur'an kita sebagai umat muslim di wajibkan untuk selalu belajar? (belajar dalam hal positif). bukankah televisi termasuk penemuan modern dan kita sebagai umat muslim pun boleh mempelajari dan memanfaatkannya asal untuk tujuan yang positif?
    seperti contoh, saya suka melihat ceramah di pagi hari di beberapa stasiun tv. bagaimana hukumnya menurut anda?
    menurut saya kalimat anda tentang :

    "TV adalah berhala modern, matikan TV segera! (dibuang akan lebih baik), TV adalah ibarat khamr (mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya) - mengisi waktu luang dengan nonton TV (nonton sinetron, musik, berita2 artis dll yg tdk bermanfaat adalah suatu kebodohan), pikirkanlah!!!"

    sudah anda kaji dan pahami benar? karena kalau anda menekankan pada pendapat pribadi, membahayakan diri anda sendiri. karena tulisan yang anda posting di baca banyak umat manusia (ada yang sdg belajar ataupun sekedar mencari informasi. akan sangat menyesatkan kalau ternyata dalam keseharian anda, anda pun memiliki televisi dirumah atau minimal anda pun ikut mengkonsumsi tayangan televisi ketika anda bermain ke rumah teman, kantin kampus atau dimana saja). beda halnya kalau setiap anda melihat ada televisi nyala, anda matikan dg alih2 berkata "haram"

    2. mengenai foto, saya ingin bertanya kepada anda. apakah di rumah anda tidak ada satu fotopun yang anda pajang di dinding? tidak perlu membawa2 foto keluarga, cukup foto nikah anda& foto anda sendiri. apa anda berani menjamin anda tidak memiliki semuanya?

    bagaimana hukumnya foto yang kita taruh di dalam dompet? dengan tujuan untuk menghilangkan rasa kangen? contoh : pelaut yang bekerja di luar negeri, jauh dari keluarga. mereka harus menghilangkan rasa kabgen selain mengirim doa ketika sholat, pasti juga dengan memajang foto. apakah itu haram?

    mohon jawab dua pertanyaan diatas beserta dalil yang benar2 dan sahih, sehingga kami yang membaca tulisan anda percaya bahwa tulisan anda adalah benar dalam pemahaman Al Qur'an. karena mengetik di website tanpa ada rujukan yang benar, dapat menjerumuskan ribuan orang.

    wassalamualaikum wr wb

    BalasHapus
  19. menurut aku apun yg digantungkan asal tak jadi sembahan tak apa2,yg dilarang menyamakan sesuatu dengan Allah

    BalasHapus
  20. HAduh,, kacau, kacau, gkgkgkgkg,,,

    BalasHapus
  21. Bloggernya alay gan, jawabannya labil wkwkwkw

    BalasHapus
  22. Apkah wayang golek termsuk patung?tlg d jelskn

    BalasHapus
  23. sekolaho
    eneh leeee,,,,,,,

    BalasHapus
  24. Assalammu'alaikum.. Numpang tanya, kira2 klo majang foto di Facebook, twitter atau jaringan internet lainnya boleh gk? apakah itu haram walaupun nggak di cetak fotonya? terimakasih..

    BalasHapus
  25. Alhamdulillah bila soal foto sudah lama tak memajang lagi di rumah. Bisa kok biasa2 aja, pdahal dulu narsis abiss.. :)
    Kalo soal memajang foto di fb hadits bukan soal malaikat rahmat tkdak mau masuk rumah tapi berkenaan dgn penyakit dari
    'ain atau pandangan mata..dikhawatirkan yg melihat dengan hasad...atau terkagum2 tanpa mengucapkan lafadz subhanallah atau masya Allah.... wallohua'lam bishawab

    BalasHapus
  26. kalo memajang boneka yg anggota badannya tidak lengkap (tdk ada hidung dan kupin) hukumnya bagaimana?

    BalasHapus
  27. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  28. assallamu'alaikum akhi akhi

    Kembalillah pada al Qur'an dan Hadist shahih, jangan mencotoh pada prilaku Pengajar yang salah tapi kembalilah ke yang benar, pengajar cuma menyampaikan kebenaran bukan memberikan contoh yang belum tentu benar dan kadang melanggar Syar'i, kalau Haram tetap Haram, bukannya karena dia seorang Pengajar/ust atau apa jadi yang haram itu menjadi Halal..itu salaaahhh, yang benar adalah kajian alquran dan Hadist sanad shahih seperti diatas. serta Fatwa para ulama didunia.

    Dan janganlah untuk mencoba memutuskan sendiri apakah itu benar atau salah, karena yang baik belum tentu benar, jadi hidup ini harus lebih berhati hati, jadi menurut saya itulah aturan dalam Islam, jangan mencoba untuk memutuskan tanpa adanya rujukan Dalil yang bisa membuktikan kalau itu benar atau salah.
    Dan apabila belum menemukan Dalil yang shahih maka saran saya untuk tidak mengerjakannya

    “Man ‘amila ‘amalan laisa ‘alaihi amruna fahuwa roddun”
    Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami maka akan tertolak"

    ari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah saw bersabda :
    Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya), maka dia tertolak.
    (Riwayat Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak).

    Pelajaran yang didapat :

    Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari pelakunya.
    Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk berdasarkan syari’at.
    Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’ (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah? telah berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-lebihan dan mengada-ada.
    Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.



    BalasHapus
  29. bolehkan memajang foto artis? mohon jawabannya

    BalasHapus
  30. klu hukum na haram knpa nulis di blog trus kmu pajang foto kamu sendiri,, promosi ea spa tau ada cewe2 yg naksir wkwkwkwk

    BalasHapus
  31. Selamat Datang di Website OM AGUS
    Izinkan kami membantu anda
    semua dengan Angka ritual Kami..
    Kami dengan bantuan Supranatural
    Bisa menghasilkan Angka Ritual Yang Sangat
    Mengagumkan…Bisa Menerawang
    Angka Yang Bakal Keluar Untuk Toto Singapore
    Maupun Hongkong…Kami bekerja tiada henti
    Untuk Bisa menembus Angka yang bakal Keluar..
    dengan Jaminan 100% gol / Tembus…!!!!,hb=085-399-278-797
    Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual
    Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar
    dengan sangat Membutuhkan
    Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus
    OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya
    dengan Sebuah Optimis Anda bisa Menang…!!!
    Apakah anda Termasuk dalam Kategori Ini
    1. Di Lilit Hutang
    2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
    3. Barang berharga Anda udah Habis Buat Judi Togel
    4. Anda Udah ke mana-mana tapi tidak menghasilkan Solusi yang

    Jangan Anda Putus Asa…Anda udah
    berada Di blog yang sangat Tepat..
    Kami akan membantu anda semua dengan
    Angka Ritual Kami..Anda
    Cukup Mengganti Biaya Ritual Angka Nya
    Saja… Jika anda Membutuhkan Angka Ghoib
    Hasil Ritual Dari=OM AGUS, 2D,3D,4D
    di jamin Tembus 100% silahkan:
    Hub : (OM AGUS)
    (085-399-278-797)
    Adapun Besar Pergantian
    Biayanya tergantung Paket Yang kami berikan

    BalasHapus